News Trading

Views: 1

News Trading, Strategi Trading Ampuh !

Untuk menjadikan berita-berita ekonomi sebagai dasar analisis sebelum membuka posisi di pasar forex, penting untuk memahami bagaimana masing-masing jenis berita mempengaruhi pergerakan mata uang. Sebagai contoh, ketika kamu akan open posisi di Pair EUR/USD, maka kamu wajib menganaliasa perkembangan ekonomi bukan hanya di Pair EUR saja, tetapi juga perkembangan ekonomi di Pair USD. Sebab berita ekonomi di kedua negara tersebut akan saling mempengaruhi.

Di bawah ini adalah pembahasan terperinci tentang bagaimana mengaplikasikan data dari berita ekonomi ini ke dalam strategi trading forex.

1. Non-Farm Payroll (NFP) (AS)

NFP memberikan gambaran tentang kesehatan pasar tenaga kerja di AS. Jika data NFP jauh lebih tinggi dari perkiraan, ini menunjukkan perekonomian AS yang kuat, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa Menaikkan Suku Bunga. Dapat disimpulkan bahwa :

  • Jika NFP lebih Tinggi dari ekspektasi maka USD diperkirakan Menguat.
  • Jika NFP lebih Rendah dari ekspektasi maka USD diperkirakan Melemah.

Contoh Pengambilan posisi :

    • EUR/USD :
      • Open SELL, Jika USD menguat maka Grafik di MT4 akan BERGERAK TURUN ( USD sebagai mata uang Kedua )
      • Open BUY, Jika USD melemah maka Grafik di MT4 akan BERGERAK NAIK ( USD sebagai mata uang Kedua )
    • GBP/USD :
      • Open SELL, Jika USD menguat maka Grafik di MT4 akan BERGERAK TURUN ( USD sebagai mata uang Kedua )
      • Open BUY, Jika USD melemah maka Grafik di MT4 akan BERGERAK NAIK ( USD sebagai mata uang Kedua )
    • USD/JPY :
      • Open BUY, Jika USD menguat maka Grafik di MT4 akan BERGERAK NAIK ( USD sebagai mata uang Utama )
      • Open SELL, Jika USD melemah maka Grafik di MT4 akan BERGERAK TURUN ( USD sebagai mata uang Utama )
    • USD/CHF :
      • Open BUY, Jika USD menguat maka Grafik di MT4 akan BERGERAK NAIK ( USD sebagai mata uang Utama )
      • Open SELL, Jika USD melemah maka Grafik di MT4 akan BERGERAK TURUN ( USD sebagai mata uang Utama )

Khusus untuk berita NFP ini, anda HARUS BERHATI-HATI karena ketika berita NFP ini Rilis, pergerakan harga di MT4 akan sangat volatil. Dimana pergerakan harga yang tidak stabil naik atau turun secara tajam dan panjang. Kondisi ini yang membuat kebanyakan Trader memilih untuk OFF Posisi saat menjelang NFP. Namun ada juga Trader yang justru masuk saat NFP.

2. Keputusan Suku Bunga

Jika keputusan suku bunga dinaikkan oleh bank sentral, hal ini cenderung memperkuat mata uang, karena suku bunga yang lebih tinggi akan menarik investasi asing. Penurunan suku bunga dapat melemahkan mata uang, karena suku bunga yang rendah mengurangi daya tarik mata uang tersebut di kalangan investor. Dapat disimpulkan bahwa :

  • Jika Bank Sentral Menaikan Suku Bunga, maka Mata Uang di Negara tersebut Cenderung Menguat.
  • Jika Bank Sentral Menurunkan Suku Bunga, maka Mata Uang di Negara tersebut Cenderung Melemah.

Contoh Berita dan Pengambilan Posisi :

  • Jika Federal Reserve (Fed) MENAIKKAN Suku Bunga, maka Mata uang USD akan Menguat.
    Anda dapat membuka posisi pada pasangan mata uang seperti:
    • EUR/USD : Open SELL, karena USD menguat lebih cepat dari EUR
    • GBP/USD : Open SELL, karena USD menguat lebih cepat dari GBP
    • USD/JPY : Open BUY, karena USD menguat lebih cepat dari JPY
    • USD/CHF : Open BUY, karena USD menguat lebih cepat dari CHF
  • Jika European Central Bank (ECB) MENAIKKAN Suku Bunga, maka Mata uang EUR akan Menguat.
    Anda dapat membuka posisi pada pasangan mata uang seperti:

    • EUR/USD: Open BUY, karena EUR menguat lebih cepat dari EUR
    • EUR/GBP: Open BUY, karena EUR menguat lebih cepat dari GBP.
    • EUR/JPY: Open BUY, karena EUR menguat lebih cepat dari JPY
  • Jika Bank of England (BoE) MENURUNKAN Suku Bunga, maka Mata uang GBP akan Melemah.
    Anda dapat membuka posisi pada pasangan mata uang seperti:

    • GBP/USD: Open SELL, karena GBP melemah lebih cepat dari USD
    • EUR/GBP: Open BUY, karena GBP melemah lebih cepat daripada EUR.
    • GBP/JPY: Open SELL, karena GBP melemah lebih cepat dari JPY
  • Jika Bank of Japan (BoJ) MENURUNKAN Suku Bunga, maka Mata uang JPY akan Melemah.
    Anda dapat membuka posisi pada pasangan mata uang seperti:

    • USD/JPY: Open BUY, karena JPY melemah lebih cepat dari USD
    • EUR/JPY: Open BUY, karena JPY melemah lebih cepat daripada EUR.
    • AUD/JPY: Open BUY, karena JPY melemah lebih cepat dari AUD
3. Laporan Inflasi (CPI dan PPI)

Ketika laporan inflasi seperti CPI (Consumer Price Index) atau PPI (Producer Price Index) melebihi ekspektasi, ini mencerminkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini dapat mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi, yang dapat memperkuat mata uang terkait. Jika laporan inflasi lebih rendah dari ekspektasi, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga akan menurun. Hal ini menyebabkan daya tarik mata uang tersebut melemah karena tidak ada tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Mata uang cenderung melemah.

Namun, jika inflasi terlalu tinggi dan membebani pertumbuhan ekonomi, efeknya justru mata uang terkait akan melemah.

Dapat disimpulkan bahwa :

  • Jika inflasi meningkat dan melebihi ekspektasi (meningkatkan peluang kenaikan suku bunga), mata uang terkait cenderung menguat.
  • Jika inflasi di bawah ekspektasi, pasar bisa melemahkan mata uang terkait.
  • Jika inflasi terlalu tinggi dan membebani pertumbuhan ekonomi, efeknya bisa menurunkan mata uang terkait.

Contoh :

Berita: CPI AS untuk bulan ini naik 4.5%, sedangkan perkiraan hanya 4%.

Inflasi Meningkat dan Melebihi Ekspektasi (Mata Uang Menguat)

  • Sell EUR/USD : Ketika USD menguat, EUR/USD akan turun (euro melemah terhadap USD).

Berita: CPI Zona Euro hanya tumbuh 2% (lebih rendah dari perkiraan 2.5%).

Inflasi Di Bawah Ekspektasi (Mata Uang Melemah)

  • Sell EUR/USD : Jika euro melemah, pasangan ini akan turun (euro lebih lemah terhadap USD).
  • Sell EUR/JPY : Yen cenderung menguat terhadap euro, membuat pasangan EUR/JPY turun.

Berita: CPI Inggris melonjak 10%, jauh di atas ekspektasi 7%.

Meski inflasi tinggi, lonjakan ekstrem ini berisiko melemahkan ekonomi Inggris. Akibatnya, pound cenderung melemah. Inflasi Terlalu Tinggi Membebani Ekonomi (GBP Melemah)

  • Sell GBP/USD : Jika pound melemah, pasangan ini turun (USD lebih kuat dari GBP).
  • Buy EUR/GBP : Jika GBP melemah, EUR/GBP akan naik (euro lebih kuat dari pound).
4. Pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product)

GDP adalah ukuran utama pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan GDP positif dan di atas ekspektasi, itu menunjukkan ekonomi yang kuat dan biasanya menguatkan mata uang negara tersebut.

Contoh :

Berita: GDP AS untuk kuartal terbaru tumbuh 4% (di atas ekspektasi pasar sebesar 3%).

  • EUR/USD ( Sell ) : Jika USD menguat, pasangan EUR/USD cenderung turun (euro melemah terhadap USD).
  • GBP/USD ( Sell ) : Jika USD menguat, pasangan ini juga cenderung turun (pound melemah terhadap USD).

Berita: GDP Inggris hanya tumbuh 0.5% (di bawah ekspektasi 1%).

  • EUR/GBP ( Buy ) : Jika GBP melemah, EUR/GBP akan naik (euro menguat terhadap pound).
  • GBP/USD ( Sell ) : Jika GBP melemah, pasangan ini cenderung turun (pound melemah terhadap USD).
5. Data Pengangguran (Unemployment Rate)

Tingkat pengangguran yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi sedang mengalami kesulitan, yang biasanya menyebabkan pelemahan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran menurun atau tetap rendah, ini menjadi indikasi ekonomi yang sehat dan stabil, sehingga mata uang cenderung menguat.

Contoh :

Berita: Tingkat pengangguran di AS naik menjadi 4.5% dari perkiraan 3.8%.

Peningkatan pengangguran menunjukkan ekonomi AS melemah, sehingga investor melihat risiko lebih besar terhadap USD. Ini menurunkan daya tarik USD.

  • Buy EUR/USD: Ketika USD melemah, pasangan ini akan naik karena euro menguat terhadap dolar.

Berita: Tingkat pengangguran AS turun menjadi 3.2% dari perkiraan 3.7%.

Penurunan pengangguran mencerminkan ekonomi yang kuat dan meningkatkan peluang kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Ini membuat USD menguat.

  • Sell EUR/USD: USD menguat sehingga pasangan ini turun (euro melemah terhadap dolar).

Berita: Tingkat pengangguran di Zona Euro naik menjadi 7% dari perkiraan 6.5%.

Peningkatan pengangguran mencerminkan melemahnya ekonomi Eropa, sehingga euro kehilangan daya tarik dan melemah.

  • Sell EUR/USD: Karena EURO melemah, pasangan ini akan turun (USD lebih kuat).
  • Sell EUR/JPY: Yen cenderung menguat dibanding euro, sehingga EUR/JPY akan turun.
6. Indeks Sentimen Konsumen

Indeks ini menunjukkan seberapa percaya diri konsumen dalam membelanjakan uang mereka, yang mencerminkan prospek ekonomi. Sentimen yang kuat cenderung memperkuat mata uang, sementara sentimen yang lemah bisa melemahkan.

Contoh :

Berita: Indeks Sentimen Konsumen AS naik menjadi 110 dari perkiraan 105.

Peningkatan sentimen konsumen mencerminkan kepercayaan tinggi dalam ekonomi, yang meningkatkan peluang belanja dan investasi. USD akan menguat karena prospek ekonomi yang positif.

  • Sell EUR/USD: USD menguat sehingga pasangan EUR/USD akan turun (euro melemah terhadap dolar).
  • Sell GBP/USD: Kenaikan USD akan membuat pasangan ini turun karena pound melemah terhadap dolar.

Berita: Indeks Sentimen Konsumen AS turun menjadi 90 dari perkiraan 100.

Penurunan sentimen konsumen menunjukkan menurunnya kepercayaan publik dalam kondisi ekonomi, yang dapat melemahkan USD.

  • Buy EUR/USD: Melemahnya USD membuat pasangan ini naik karena euro menguat terhadap dolar.
  • Buy GBP/USD: Dolar melemah, sehingga GBP/USD akan naik karena pound menguat.

Berita: Indeks Sentimen Konsumen di Zona Euro naik menjadi 102 dari perkiraan 98.

Peningkatan sentimen konsumen di Zona Euro mencerminkan optimisme ekonomi, yang akan memperkuat euro.

  • Buy EUR/USD: Euro menguat, sehingga pasangan ini akan naik (USD melemah).
  • Buy EUR/JPY: Yen biasanya cenderung lebih lemah saat ekonomi Eropa membaik, sehingga pasangan EUR/JPY akan naik.
7. Data Neraca Perdagangan

Defisit perdagangan (lebih banyak impor daripada ekspor) biasanya melemahkan mata uang karena uang mengalir ke luar negeri. Sebaliknya, surplus perdagangan memperkuat mata uang karena negara tersebut lebih banyak menerima devisa.

Berita: Neraca perdagangan AS mencatat defisit $80 miliar, lebih tinggi dari perkiraan $70 miliar.

Defisit perdagangan yang tinggi berarti lebih banyak uang keluar dari negara tersebut untuk impor, melemahkan USD.

  • Buy EUR/USD: USD melemah, membuat pasangan EUR/USD naik (euro menguat terhadap dolar).

Berita: Neraca perdagangan Zona Euro mencatat surplus €25 miliar, di atas perkiraan €20 miliar.

Surplus memperkuat euro karena menunjukkan lebih banyak penerimaan devisa dari ekspor.

  • Buy EUR/USD: Euro menguat, menyebabkan pasangan EUR/USD Naik.
  • Buy EUR/JPY: Kenaikan euro akan menekan pasangan EUR/JPY dan grafik akan Naik karena yen melemah relatif.
8. Pidato atau Pernyataan Bank Sentral

Pernyataan dari pejabat bank sentral, seperti Ketua Federal Reserve, bisa menjadi penggerak pasar yang signifikan. Trader akan mencari petunjuk tentang kebijakan moneter di masa depan, terutama mengenai suku bunga atau langkah-langkah stimulus.

Contoh :

Berita: Ketua Federal Reserve menyatakan bahwa ekonomi AS menunjukkan kekuatan, dan bank sentral berencana menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Komentar hawkish ini menunjukkan bahwa Fed berfokus pada pengetatan kebijakan moneter, yang meningkatkan daya tarik USD.

  • Sell EUR/USD: USD menguat sehingga pasangan ini akan turun.
  • Sell GBP/USD: Dolar yang lebih kuat membuat pasangan ini turun karena pound melemah terhadap USD.
9. Laporan Manufaktur dan Layanan (PMI)

PMI mencerminkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur dan jasa. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. PMI yang lebih baik dari ekspektasi bisa memperkuat mata uang.

Contoh :

Berita: PMI Manufaktur Zona Euro turun menjadi 47, di bawah ekspektasi 50, menunjukkan kontraksi. PMI Jasa juga menurun ke 49, mengindikasikan pelemahan sektor layanan.

PMI di bawah 50 mencerminkan kontraksi dan prospek ekonomi yang melemah, yang dapat menekan nilai euro.

  • Sell EUR/USD: Pelemahan euro akan menekan pasangan ini turun.
  • Buy USD/JPY: USD lebih kuat dibandingkan euro, dan investor beralih ke mata uang safe haven seperti yen.
10. Krisis Geopolitik atau Ekonomi

Krisis geopolitik seperti perang, ketidakstabilan politik, atau krisis ekonomi di negara besar sering membuat investor beralih ke mata uang “safe haven” seperti dolar AS, yen Jepang (JPY), atau franc Swiss (CHF).

Contoh :

Berita: Ketegangan antara dua negara besar meningkat, memicu kekhawatiran tentang dampaknya pada ekonomi global. Investor beralih ke aset aman seperti yen Jepang dan franc Swiss.

Ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, investor menghindari risiko dan memilih mata uang “safe haven.”

  • Sell EUR/JPY: Yen menguat karena status safe haven, membuat pasangan ini turun.

 

Baca  Artikel Risiko Memilih Jasa EA Otodidak

Dodi Dwi Nugroho, A.Md.Kom., S.H.

KlinikForex.com adalah penyedia Jasa Pembuatan EA Forex (Expert Advisor) yang berbasis di Yogyakarta. Kami memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang pemrograman, dengan pengalaman Coding yang dimulai sejak masa kuliah pada tahun 2006. Kami adalah lulusan Jurusan Informatika STMIK AKAKOM Yogyakarta angkatan 2010, yang kini telah berganti nama menjadi Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI). Jadi Kami bukanlah programmer otodidak.Kami telah mengenal dunia forex sejak 2009 dan terus berkembang hingga sekarang. Pengalaman kami dalam membuat coding EA sudah dimulai sejak 2010 dan terus berlanjut hingga saat ini. Akurasi dalam coding dan kualitas dalam hasil adalah Komitmen kami.

Lihat Semua Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *